"Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu."

Bagi
teman-teman yang sudah membangun hubungan dengan pasangan hidup atau
kekasihnya dalam rentang waktu yang cukup lama, masih ingatkah anda
bagaimana indahnya hubungan itu berkembang? Saya masih ingat betul
bagaimana ketika saya pertama kali bertemu dengan istri saya. Dari hanya
mengenal sedikit, perlahan-lahan saya semakin jauh dan semakin dalam
mengenalnya. Kepribadiannya, kebiasaannya, siapa dirinya, itu tidak
mungkin saya ketahui langsung ketika pertama kali bertemu. Layaknya
sebuah hubungan,
untuk bisa mengenal seseorang secara lebih dekat selalu membutuhkan waktu dan usaha.
Jika membangun hubungan dengan seseorang itu butuh waktu dan usaha,
dengan Tuhan pun demikian. Ada banyak orang yang mengalami pasang surut
hubungan dengan Tuhan. Salah seorang anggota keluarga saya memutuskan
hubungan dengan Tuhan secara total karena kecewa ibunya dipanggil Tuhan.
Ada yang merasa jenuh dan bosan untuk berdoa dan membaca firman Tuhan,
dan mulai semakin jarang melakukannya. Ada yang masih tetap membaca
alkitab, tapi sebenarnya sudah kehilangan gairah atau tidak lagi merasa
mendapatkan apa-apa dari apa yang ia baca. Hubungan menjadi dingin,
tidak ada keintiman dan kedekatan sama sekali dalam doa-doa yang
dipanjatkan. Pernahkah anda mengalami hal seperti ini? Saya pernah
mengalaminya beberapa tahun yang lalu. Kasih mula-mula itu meredup.
Mengapa itu bisa terjadi? Dalam kasus saya, itu karena saya belum
mengenal pribadi Tuhan secara dekat. Seperti halnya hubungan kita kepada
sesama, bagaimana kita bisa mencintai seseorang dengan sepenuh hati,
dengan tulus, tanpa mengenal siapa mereka terlebih dahulu? Tidak salah
jika ada sebuah lagu yang berjudul
"To Know Him Is To Love Him". Dan
seperti itu pula hubungan kita dengan Tuhan. Tanpa didasari pengenalan
yang mendalam, kita akan mudah turun naik dalam hubungan kita dengan
Tuhan, bagaikan roller coaster yang sedang berjalan. Ada kalanya Tuhan
terasa dekat, tapi ada pula kalanya Tuhan terasa jauh. Apakah Tuhan
datang dan pergi dari hidup kita?
Tuhan selalu dekat dengan kita. Dia sudah berjanji tidak akan pernah
meninggalkan kita, dan Tuhan selalu pegang janjinya. Jika dalam lembah
kekelaman sekalipun Tuhan tidak meninggalkan kita, bagaimana mungkin Dia
membiarkan kita sendiri menghadapi berbagai kesulitan hidup? Yakobus
tahu itu, karenanya ia pun menyatakan
"Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu."
(Yakobus 4:8a). Daud sudah membuktikan itu jauh sebelumnya. Kita bisa
melihat bagaimana kedekatan atau keintiman yang terbangun antara Daud
dengan Tuhan hampir disepanjang kitab Mazmur. Begitu harmonis, begitu
dekat, begitu indah. Lihatlah bagaimana Daud menggambarkan kedekatannya
dengan Tuhan.
"Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau." (Mazmur 63:3). Bagi Daud, kasih setia Tuhan lebih besar dari hidup itu sendiri.
God's loving is larger than life. Jika
anda mencintai seseorang dengan begitu besar, hingga rela mengorbankan
nyawa anda sekalipun demi dia, Tuhan pun mengasihi anda, bahkan lebih
besar dari itu. Untuk bisa mengalami itu diperlukan usaha kita terlebih
dahulu untuk mengenal pribadi Tuhan, dan bagaimana besar kasihNya
terhadap kita. Ketika kita berusaha dengan serius untuk itu, seiring
perjalanan waktu pun kita akan semakin dalam mengenalNya, dan dengan
demikian mengasihiNya. Tanpa mengenal Tuhan, akan sulit bagi kita untuk
bisa membangun keintiman yang langgeng untuk waktu yang lama. Tuhan
selalu siap untuk dekat dengan kita, Tuhan rindu untuk itu. Jika kita
mendekat kepadaNya, maka Dia pun akan mendekat kepada kita.
Pengenalan yang mendalam akan Tuhan bisa kita peroleh dengan
ketekunan membaca dan merenungkan firman Tuhan.
Ada begitu banyak ayat yang menggambarkan pribadi Allah disana,
bagaimana kepedulian dan bentuk kasihNya kepada manusia yang diciptakan
secara sangat istimewa sesuai gambar dan rupaNya sendiri. Bacalah ayat
ini:
"Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus
Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan
kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang
dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya."
(Efesus 1:5-6). Melalui Yesus, Dia sudah menentukan dan mengangkat kita
sebagai anak-anakNya sendiri. That's His kind intention. Kehadiran
Kristus adalah bukti nyata betapa Tuhan sangat mengasihi kita. Kita bisa
melihat pula sejauh mana Daud mengenal Tuhan yang Maha Mengetahui dalam
Mazmur 139. Oleh karena itulah kita perlu pula melatih diri untuk
membangun hubungan yang penuh kejujuran.
Tidak ada gunanya berpura-pura di hadapan Tuhan, karena Dia itu Maha
Tahu. Mendekat pada Tuhan, berikan diri anda sepenuhnya, akui semuanya,
maka Tuhan pun akan mendekat, sehingga anda akan mengenalNya lebih dekat
dari sebelumnya. Tuhan menjanjikan ini:
"Jika kita mengaku dosa
kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala
dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes
1:9) Jika dosa-dosa kita sudah dihapuskan, ketika kita sudah disucikan,
kitapun bisa dekat dengan Tuhan. Seperti itulah kebaikan Tuhan, seperti
itulah Dia menunjukkan keinginanNya yang besar untuk bisa dekat dengan
kita.
Membangun sebuah hubungan membutuhkan waktu dan usaha. Karena itu
mulailah hari ini. Kenali siapa Tuhan yang kita sembah, seperti apa
pribadiNya dan bagaimana besar kasihNya kepada kita. Semakin dalam anda
mengenalNya, semakin besar pula anda mengasihiNya. Hubungan yang
didasarkan kepada pengenalan mendalam tidak akan gampang dihancurkan.
Tuhan menanti anda saat ini untuk mendekat kepadaNya. Dia siap
membukakan banyak hal yang tidak pernah terpikirkan, bahkan
rahasia-rahasia kehidupan yang belum kita ketahui sekalipun siap Dia
singkapkan. Kenalilah Tuhan terlebih dahulu dengan baik, mari membangun
hubungan denganNya di atas dasar yang kokoh agar hubungan yang kita
miliki tidak mudah goyah.
To know is to love