Minggu, 14 Desember 2014

Cara Membuka Kunci Pola Layar Android Jika Lupa Password

Pada awalnya pola layar yang anda pasang sebagai pengunci untuk ponsel android anda adalah untuk keamanan dan kerahasiaan ponsel anda tapi apa jadinya jika ternyata anda lupa pola layar password pada android anda? Ada beberapa faktor yang menyebabkan kunci pola layar anda tidak dapat digunakan, kemungkinan dibuka oleh orang lain sehingga ketika harus memasukan pola kunci beberapa kali atau anda lupa pola layar anda. Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk membuka kunci pola layar password :

Metode Pertama

Metode ini hanya berguna bagi ponsel yang dipaksa dibuka oleh orang lain sehingga beberapa kali memasukan passowrd yang salah, maka anda dapat mengikuti langkah berikut :
1.  Anda dapat mengklik forgot password atau pattern.
2.  Selanjutnya anda dapat memasukan username dan password.
3.  Terakhir anda dapat sign in.
Catatan bagi anda yang menggunakan cara ini pastikan ponsel anda dapat mengakses internet. Baik dari wifi atau kuota data yang anda miliki.

Metode kedua

Cara kedua adalah bagi anda yang ingin membuka ponsel android anda yang terkunci dikarenakan gagal untuk sign in dan tidak bisa mengakses internet. Maka anda dapat mengikuti langkah langkah berikut :
1.  Anda dapat melakukan panggilan dari ponsel lain ke ponsel android anda yang bermasalah.
2.  Kemudian anda dapat menjawabnya dan tanpa menutup anda dapat menekan tombol home dan selanjutnya masuk ke menu setting.
3.  Aktifkan internet anda agar dapat memasukan email dan password dan bisa sign in kembali atau anda bisa mencoba menonaktifkan pola kunci atau password di menu setting tersebut.

Metode Ketiga

Metode dengan menggunakan ADB di CP, pada solusi ini maka akan menggunakan perintah ADB yang sudah terinstall di komputer dan juga USB debungging di android anda sudah telah di centang. Langkah langkah yang bisa anda lakukan :
1.  Jalankan ADB dengan perintah adb devices .Apabila komputer dan android tersambung maka akan tertulis list of devices attached dibawah ID android anda.
2.  Selanjutnya anda dapat menuliskan perintah ini apabila menggunakan password berupa pin adb shell rm data/system/password.key .
atau anda dapat mengetik perintah ini untuk membuka screen lock  adb shell rm data/system/gesture.key
3.  Terakhir anda dapat mengetikan perintah adb root.

Metode Keempat

Metode ini merupakan pilihan terakhir yaitu dengan menggunakan factory reset melalui android recovery sehingga akan menghapus semua pengaturan dan aplikasi di ponsel anda. Berikut langkahh yang dapat anda lakukan :
1.  Anda dapat mematikan ponsel android anda
2.  Kemudian anda dapat menekan dan tahan volume UP (untuk memperbesar suara) kemudian di susul dengan tombol power tahan secara bersamaan kemudian lepas setelah 3-5 detik.Pilihan lainnya anda dapat mengkombinasikan volume down dan power dengan cara yang sama atau anda dapat menggunakan kombinasi volume UP,home dan power.
3.  Selanjutnya anda akan masuk ke recovery mode pilih wipe data/factory reset
4.  Terakhir anda dapat menggunakan reboot system now .
"Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu."

membangun hubungan dengan TuhanBagi teman-teman yang sudah membangun hubungan dengan pasangan hidup atau kekasihnya dalam rentang waktu yang cukup lama, masih ingatkah anda bagaimana indahnya hubungan itu berkembang? Saya masih ingat betul bagaimana ketika saya pertama kali bertemu dengan istri saya. Dari hanya mengenal sedikit, perlahan-lahan saya semakin jauh dan semakin dalam mengenalnya. Kepribadiannya, kebiasaannya, siapa dirinya, itu tidak mungkin saya ketahui langsung ketika pertama kali bertemu. Layaknya sebuah hubungan,

untuk bisa mengenal seseorang secara lebih dekat selalu membutuhkan waktu dan usaha.
Jika membangun hubungan dengan seseorang itu butuh waktu dan usaha, dengan Tuhan pun demikian. Ada banyak orang yang mengalami pasang surut hubungan dengan Tuhan. Salah seorang anggota keluarga saya memutuskan hubungan dengan Tuhan secara total karena kecewa ibunya dipanggil Tuhan. Ada yang merasa jenuh dan bosan untuk berdoa dan membaca firman Tuhan, dan mulai semakin jarang melakukannya. Ada yang masih tetap membaca alkitab, tapi sebenarnya sudah kehilangan gairah atau tidak lagi merasa mendapatkan apa-apa dari apa yang ia baca. Hubungan menjadi dingin, tidak ada keintiman dan kedekatan sama sekali dalam doa-doa yang dipanjatkan. Pernahkah anda mengalami hal seperti ini? Saya pernah mengalaminya beberapa tahun yang lalu. Kasih mula-mula itu meredup. Mengapa itu bisa terjadi? Dalam kasus saya, itu karena saya belum mengenal pribadi Tuhan secara dekat. Seperti halnya hubungan kita kepada sesama, bagaimana kita bisa mencintai seseorang dengan sepenuh hati, dengan tulus, tanpa mengenal siapa mereka terlebih dahulu? Tidak salah jika ada sebuah lagu yang berjudul "To Know Him Is To Love Him". Dan seperti itu pula hubungan kita dengan Tuhan. Tanpa didasari pengenalan yang mendalam, kita akan mudah turun naik dalam hubungan kita dengan Tuhan, bagaikan roller coaster yang sedang berjalan. Ada kalanya Tuhan terasa dekat, tapi ada pula kalanya Tuhan terasa jauh. Apakah Tuhan datang dan pergi dari hidup kita?

Tuhan selalu dekat dengan kita. Dia sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita, dan Tuhan selalu pegang janjinya. Jika dalam lembah kekelaman sekalipun Tuhan tidak meninggalkan kita, bagaimana mungkin Dia membiarkan kita sendiri menghadapi berbagai kesulitan hidup? Yakobus tahu itu, karenanya ia pun menyatakan "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu." (Yakobus 4:8a). Daud sudah membuktikan itu jauh sebelumnya. Kita bisa melihat bagaimana kedekatan atau keintiman yang terbangun antara Daud dengan Tuhan hampir disepanjang kitab Mazmur. Begitu harmonis, begitu dekat, begitu indah. Lihatlah bagaimana Daud menggambarkan kedekatannya dengan Tuhan. "Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau." (Mazmur 63:3). Bagi Daud, kasih setia Tuhan lebih besar dari hidup itu sendiri. God's loving is larger than life. Jika anda mencintai seseorang dengan begitu besar, hingga rela mengorbankan nyawa anda sekalipun demi dia, Tuhan pun mengasihi anda, bahkan lebih besar dari itu. Untuk bisa mengalami itu diperlukan usaha kita terlebih dahulu untuk mengenal pribadi Tuhan, dan bagaimana besar kasihNya terhadap kita. Ketika kita berusaha dengan serius untuk itu, seiring perjalanan waktu pun kita akan semakin dalam mengenalNya, dan dengan demikian mengasihiNya. Tanpa mengenal Tuhan, akan sulit bagi kita untuk bisa membangun keintiman yang langgeng untuk waktu yang lama. Tuhan selalu siap untuk dekat dengan kita, Tuhan rindu untuk itu. Jika kita mendekat kepadaNya, maka Dia pun akan mendekat kepada kita.

Pengenalan yang mendalam akan Tuhan bisa kita peroleh dengan ketekunan membaca dan merenungkan firman Tuhan. Ada begitu banyak ayat yang menggambarkan pribadi Allah disana, bagaimana kepedulian dan bentuk kasihNya kepada manusia yang diciptakan secara sangat istimewa sesuai gambar dan rupaNya sendiri. Bacalah ayat ini: "Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya." (Efesus 1:5-6). Melalui Yesus, Dia sudah menentukan dan mengangkat kita sebagai anak-anakNya sendiri. That's His kind intention. Kehadiran Kristus adalah bukti nyata betapa Tuhan sangat mengasihi kita. Kita bisa melihat pula sejauh mana Daud mengenal Tuhan yang Maha Mengetahui dalam Mazmur 139. Oleh karena itulah kita perlu pula melatih diri untuk membangun hubungan yang penuh kejujuran. Tidak ada gunanya berpura-pura di hadapan Tuhan, karena Dia itu Maha Tahu. Mendekat pada Tuhan, berikan diri anda sepenuhnya, akui semuanya, maka Tuhan pun akan mendekat, sehingga anda akan mengenalNya lebih dekat dari sebelumnya. Tuhan menjanjikan ini: "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9) Jika dosa-dosa kita sudah dihapuskan, ketika kita sudah disucikan, kitapun bisa dekat dengan Tuhan. Seperti itulah kebaikan Tuhan, seperti itulah Dia menunjukkan keinginanNya yang besar untuk bisa dekat dengan kita.

Membangun sebuah hubungan membutuhkan waktu dan usaha. Karena itu mulailah hari ini. Kenali siapa Tuhan yang kita sembah, seperti apa pribadiNya dan bagaimana besar kasihNya kepada kita. Semakin dalam anda mengenalNya, semakin besar pula anda mengasihiNya. Hubungan yang didasarkan kepada pengenalan mendalam tidak akan gampang dihancurkan. Tuhan menanti anda saat ini untuk mendekat kepadaNya. Dia siap membukakan banyak hal yang tidak pernah terpikirkan, bahkan rahasia-rahasia kehidupan yang belum kita ketahui sekalipun siap Dia singkapkan. Kenalilah Tuhan terlebih dahulu dengan baik, mari membangun hubungan denganNya di atas dasar yang kokoh agar hubungan yang kita miliki tidak mudah goyah.

To know is to love
CARA MEMBINA HUBUNGAN YANG BAIK ANTAR RELASI DAN SAHABAT

Hubungan (bahasa Inggris:Relationship) adalah kesinambungan interaksi antara dua orang atau lebih yang memudahkan proses pengenalan satu akan yang lain. Dalam membina hubungan, seseorang harus dapat mewujudkan karakteristik yang berisifat sosialis.
Hubungan menurut sifatnya, hubungan dapat dibagi atas dua bagian, yakni hubungan positif, yang mana pihak yang berinteraksi saling diuntungkan dan menguntungkan. sedangkan hubungan yang negatif, yakni apabila salah satu pihak tidak merasa diuntungkan melainkan dirugikan.
Dalam fungsinya, hubungan harus menunjukkan suatu penerapan yang harus dilakukan baik antar relasi maupun sahabat atau orang-orang terdekat kita. Tidak semua hal yang dapat dilakukan menjadi suatu proses membina hubungan yang baik. Ada proses-proses tertentu yang harus diperhatikan oleh setiap orang yang ingin membina hubungan dengan relasi dan teman dekatnya agar terjalinnya keharmonisan diantara pe-interaksi.
Adapun cara yang dapat dilakukan yakni :
1. Mengenal relasi atau teman dekat secara mendekat
Mengenal relasi atau teman dekat secara mendekat artinya, kita harus mengenal karakter, watak dan sifatnya. Karena tanpa pengenalan, seseorang tidak akan saling dapat berinteraksi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara lebih mendekatkan diri kepada relasi atau teman yang ingin didekati, atau pun dengan cara mendekati mereka dengan sosialisasi satu dengan yang lain.
2. Proses adaptasi
Apabila telah mengenal karakter, watak, pribadi relasi atau teman dekat. maka hal yang kedua yang harus diperhatikan yaitu menyesuaikan diri (adaptasi). Adaptasi bersifat dominan dalam menjalin hubungan. Hubungan yang tidak harmonis dapat disebabkan karena kurangnya adaptasi atau penyesuaian diri antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Hal ini agak sulit untuk dilakukan oleh sebagian orang yang memiliki jiwa keegoisan yang tinggi (yang ingin menang sendiri). Dalam penelitian, dikatakan bahwa yang paling mencakup materi dalam hubungan yakni adaptasi, karena jika tidak adanya adaptasi maka seseorang tidak dapat mencakup atau berinteraksi dalam pergaulan satu dengan yang lain. Proses adaptasi ini dapat membangun hubungan kedekatan, sekaligus merupakan proses penyesuaian untuk menilik hal-hal yang dapat membangun kedekatan kita dengan yang kita dekati.
3. Kontrol Emosi, Egois, dan Fanatisme
Emosi yang meluap tanpa sadar kadang-kadang memberikan dampak buruk dalam sebuah hubungan, contoh saja ketika seorang pasangan sedang setres karena pekerjaan atau pelajaran mereka di sekolah, namun karena pasangannya terus menggerutu agar mengkonfirmasi apa yang diinginkannya pasangan yang setres itu pun meluapkan emosinya, sehingga tanpa sadar, kata-kata yang tidak seharusnya dikatakan, secara tidak sadar telah terucap kepada pasangan kita, sehingga hatinya hancur.
Begitupun dengan egois. Sistem egois sebenarnya sangat berpengaruh buruk dalam tatanan menjalin hubungan yang baik antar relasi satu dengan yang lainnya. Karena egois dapat membentuk individu untuk tetap bertahan pada pegangannya, namun tidak dapat menghargai apa masukan yang diberikan oleh relasi atau teman dekatnya. Ini sering sekali memicu perkelahian antara individu yang satu dengan individu yang lainnya yang saling berhubungan, sehingga hubungan mereka menjadi rancu, dan tidak mendapatkan sebuah kepastian.
Fanatisme, adalah sifat yang terlalu melebih-lebihkan, atau dengan kata lain, terlalu mengetatkan ajaran atau pandangan sesuatu. Sehingga orang atau individu yang berinteraksi dengan orang yang fanatisme, jarang mendapatkan sebuah hubungan yang harmonis. Karena rata-rata mereka tidak mau diberikan masukan atau hal-hal variatif lainnya.
4. Berusaha untuk saling memahami dan saling dipahami
Ada banyak hubungan yang berakhir hanya karena tidak dipahami atau memahami perasaan seseorang yang ia dekati. Memahami artinya mengerti atau mengetahui kondisi yang dialami orang yang kita dekati dalam interaksi sosial kita. Memahami bertujuan baik dalam proses mempertahankan hubungan, karena dengan saling memahami, individu antar individu dapat mengetahui apa kelemahan dan kekurangan seseorang, sehingga tidak ada yang disebut dengan kesalahpahaman antara satu dengan yang lainnya.
5. Pertahankan hubungan dengan rasa yang tidak berlebihan (lebay)
Berlebihan dapat membuat seseorang menjadi sangat bosan dan tidak ingin lagi menjalin hubungan dengan kita. Orang yang berlebihan selalu membuat orang yang di dekatnya menjadi risih sendiri. Karena mereka selalu melebihkan semua apa yang didengar, dilihat dan dipertontonkannya, sehingga menjadi topik terbaru bagi dia untuk di share (dibagikan) dengan cara melebih-lebihkan bahkan jauh dari topik yang sebenarnya. Orang yang dalam tipe ini sangat sulit untuk menjalin hubungan yang harmonis, akan tetapi hal ini dapat dikurangi dengan cara dapat memahami dan mengontrol rasa yang berlebihan antara yang satu dengan yang lainnya.
Dari ke lima hal tersebut, yang paling penting adalah kejujuran dan transparan. Jujur dan transparan membuat seseorang lebih mudah dalam menjalin hubungan. Hubungan sekecil apa pun itu, jika dijalankan dengan kategoristis dan kejujuran akan dapat membina hubungan yang baik. Karena jujur dan transparan membuat seseorang yang berinteraksi dengan kita melihat keadaan kita yang sebenarnya, begitu pun orang yang kita dekati dapat kita lihat sisi kehidupan dan pribadinya.