Minggu, 14 Desember 2014

CARA MEMBINA HUBUNGAN YANG BAIK ANTAR RELASI DAN SAHABAT

Hubungan (bahasa Inggris:Relationship) adalah kesinambungan interaksi antara dua orang atau lebih yang memudahkan proses pengenalan satu akan yang lain. Dalam membina hubungan, seseorang harus dapat mewujudkan karakteristik yang berisifat sosialis.
Hubungan menurut sifatnya, hubungan dapat dibagi atas dua bagian, yakni hubungan positif, yang mana pihak yang berinteraksi saling diuntungkan dan menguntungkan. sedangkan hubungan yang negatif, yakni apabila salah satu pihak tidak merasa diuntungkan melainkan dirugikan.
Dalam fungsinya, hubungan harus menunjukkan suatu penerapan yang harus dilakukan baik antar relasi maupun sahabat atau orang-orang terdekat kita. Tidak semua hal yang dapat dilakukan menjadi suatu proses membina hubungan yang baik. Ada proses-proses tertentu yang harus diperhatikan oleh setiap orang yang ingin membina hubungan dengan relasi dan teman dekatnya agar terjalinnya keharmonisan diantara pe-interaksi.
Adapun cara yang dapat dilakukan yakni :
1. Mengenal relasi atau teman dekat secara mendekat
Mengenal relasi atau teman dekat secara mendekat artinya, kita harus mengenal karakter, watak dan sifatnya. Karena tanpa pengenalan, seseorang tidak akan saling dapat berinteraksi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara lebih mendekatkan diri kepada relasi atau teman yang ingin didekati, atau pun dengan cara mendekati mereka dengan sosialisasi satu dengan yang lain.
2. Proses adaptasi
Apabila telah mengenal karakter, watak, pribadi relasi atau teman dekat. maka hal yang kedua yang harus diperhatikan yaitu menyesuaikan diri (adaptasi). Adaptasi bersifat dominan dalam menjalin hubungan. Hubungan yang tidak harmonis dapat disebabkan karena kurangnya adaptasi atau penyesuaian diri antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Hal ini agak sulit untuk dilakukan oleh sebagian orang yang memiliki jiwa keegoisan yang tinggi (yang ingin menang sendiri). Dalam penelitian, dikatakan bahwa yang paling mencakup materi dalam hubungan yakni adaptasi, karena jika tidak adanya adaptasi maka seseorang tidak dapat mencakup atau berinteraksi dalam pergaulan satu dengan yang lain. Proses adaptasi ini dapat membangun hubungan kedekatan, sekaligus merupakan proses penyesuaian untuk menilik hal-hal yang dapat membangun kedekatan kita dengan yang kita dekati.
3. Kontrol Emosi, Egois, dan Fanatisme
Emosi yang meluap tanpa sadar kadang-kadang memberikan dampak buruk dalam sebuah hubungan, contoh saja ketika seorang pasangan sedang setres karena pekerjaan atau pelajaran mereka di sekolah, namun karena pasangannya terus menggerutu agar mengkonfirmasi apa yang diinginkannya pasangan yang setres itu pun meluapkan emosinya, sehingga tanpa sadar, kata-kata yang tidak seharusnya dikatakan, secara tidak sadar telah terucap kepada pasangan kita, sehingga hatinya hancur.
Begitupun dengan egois. Sistem egois sebenarnya sangat berpengaruh buruk dalam tatanan menjalin hubungan yang baik antar relasi satu dengan yang lainnya. Karena egois dapat membentuk individu untuk tetap bertahan pada pegangannya, namun tidak dapat menghargai apa masukan yang diberikan oleh relasi atau teman dekatnya. Ini sering sekali memicu perkelahian antara individu yang satu dengan individu yang lainnya yang saling berhubungan, sehingga hubungan mereka menjadi rancu, dan tidak mendapatkan sebuah kepastian.
Fanatisme, adalah sifat yang terlalu melebih-lebihkan, atau dengan kata lain, terlalu mengetatkan ajaran atau pandangan sesuatu. Sehingga orang atau individu yang berinteraksi dengan orang yang fanatisme, jarang mendapatkan sebuah hubungan yang harmonis. Karena rata-rata mereka tidak mau diberikan masukan atau hal-hal variatif lainnya.
4. Berusaha untuk saling memahami dan saling dipahami
Ada banyak hubungan yang berakhir hanya karena tidak dipahami atau memahami perasaan seseorang yang ia dekati. Memahami artinya mengerti atau mengetahui kondisi yang dialami orang yang kita dekati dalam interaksi sosial kita. Memahami bertujuan baik dalam proses mempertahankan hubungan, karena dengan saling memahami, individu antar individu dapat mengetahui apa kelemahan dan kekurangan seseorang, sehingga tidak ada yang disebut dengan kesalahpahaman antara satu dengan yang lainnya.
5. Pertahankan hubungan dengan rasa yang tidak berlebihan (lebay)
Berlebihan dapat membuat seseorang menjadi sangat bosan dan tidak ingin lagi menjalin hubungan dengan kita. Orang yang berlebihan selalu membuat orang yang di dekatnya menjadi risih sendiri. Karena mereka selalu melebihkan semua apa yang didengar, dilihat dan dipertontonkannya, sehingga menjadi topik terbaru bagi dia untuk di share (dibagikan) dengan cara melebih-lebihkan bahkan jauh dari topik yang sebenarnya. Orang yang dalam tipe ini sangat sulit untuk menjalin hubungan yang harmonis, akan tetapi hal ini dapat dikurangi dengan cara dapat memahami dan mengontrol rasa yang berlebihan antara yang satu dengan yang lainnya.
Dari ke lima hal tersebut, yang paling penting adalah kejujuran dan transparan. Jujur dan transparan membuat seseorang lebih mudah dalam menjalin hubungan. Hubungan sekecil apa pun itu, jika dijalankan dengan kategoristis dan kejujuran akan dapat membina hubungan yang baik. Karena jujur dan transparan membuat seseorang yang berinteraksi dengan kita melihat keadaan kita yang sebenarnya, begitu pun orang yang kita dekati dapat kita lihat sisi kehidupan dan pribadinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar